Kenapa Dinamakan Muharram?

Muharram atau yang dikenal masyarakat jawa dengan sebutan bulan Suro adalah salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, ada Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At Taubah : 36).

Bulan ini juga terpilih menjadi bulan pertama dalam kalender hijriah, setelah sahabat Umar bin Khathab pada tahun ke-16 Hijriah selaku khalifah pada saat itu, bermusyawarah dengan para pemuka sahabat. Kemudian diputuskanlah bulan Muharam sebagai bulan pembuka untuk kalender hijriah. Alasan memilih bulan ini sebagai bulan pertama dalam penanggalan hijriah karena pada bulan inilah muncul tekad/azam untuk berhijrah ke kota Madinah. Sebagaimana diterangkan Ibnu Hajar –rahimahullah– dalam Fathul Bari (7/335).

Ada dua pendapat yang menjelaskan alasan penamaan bulan ini:
Pertama, dinamakan Muharam dari kata haram yang maknanya adalah larangan, sebagai penegasan terhadap keharaman berperang di bulan ini. Karena dahulu orang-orang Arab mengubah-ubah urutan bulan ini, mereka menghalalkan perang pada suatu tahun kemudian mengharamkan pada tahun berikutnya.

Kedua, dinamakan Muharam karena bulan ini termasuk salah satu dari empat asyhur al hurum (Bulan-bulan haram) yang disinggung dalam surah At Taubah ayat 36 di atas.

Credit : Instagram Pondok Pesantren Nurul Hadid